Adat Sumendo dalam Pernikahan Masyarakat Muarasipongi: Makna, Struktur, dan Identitas Budaya

Penulis

  • Rahmat Huda Universitas Muhamadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia
  • Devita Sari Harahap Universitas Muhamadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia
  • Angga Okto Pariansyah Universitas Muhamadiyah Tapanuli Selatan, Indonesia

Kata Kunci:

Adat Sumendo, Identitas Budaya, Muarasipongi, Perkawinan Adat, Urak Tanah Ulu

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menafsirkan adat Sumendo dalam pernikahan masyarakat Muarasipongi, khususnya masyarakat Urak Tanah Ulu, dengan menempatkan praktik tersebut sebagai bagian dari sistem kekerabatan, identitas budaya, dan kehidupan masyarakat perbatasan. Kajian ini dilakukan karena pembahasan tentang perkawinan di Muarasipongi selama ini lebih banyak diarahkan pada aspek hukum Islam dan perbedaan sistem perkawinan, sedangkan makna sosial-budaya Sumendo sebagai mekanisme pembentukan hubungan antarkeluarga belum banyak diuraikan secara khusus. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi kepustakaan dan analisis dokumen. Sumber utama berupa penelitian tentang perkawinan Urak Tanah Ulu Muarasipongi, kajian budaya masyarakat perbatasan Muarasipongi, serta artikel ilmiah mengenai perkawinan adat, kearifan lokal, simbol budaya, dan perubahan sosial. Data dianalisis melalui reduksi data, pengelompokan tema, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Sumendo di Muarasipongi ditandai oleh pola perkawinan ketika pihak perempuan menjemput atau melamar laki-laki dan laki-laki kemudian menetap di lingkungan keluarga perempuan. Praktik tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemberian uang jemputan, tetapi juga mengandung makna penerimaan laki-laki sebagai bagian dari keluarga istri, pembentukan hubungan kekerabatan baru, penghormatan terhadap adat, dan penguatan tanggung jawab sosial. Sumendo juga memperlihatkan karakter masyarakat perbatasan yang mengalami perjumpaan budaya Ulu, Mandailing, dan pengaruh Minangkabau. Kajian ini menegaskan bahwa Sumendo merupakan penanda identitas budaya yang bersifat dinamis dan perlu didokumentasikan sebagai bagian dari warisan budaya Muarasipongi.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Alfariz, F., & Maharani, S. D. (2026). Kearifan lokal: Logika mistika atau nilai-nilai pemecahan masalah bersama. Jurnal Filsafat Indonesia, 9(2). https://doi.org/10.23887/jfi.v9i2.88047

Anindyarini, A., Sumarwati, S., Suryanto, E., Slamet, S., & Maaliki, H. M. D. (2024). Symbolic meaning of local wisdom in the slope of Mount Lawu: An ethnographic study on Dukutan village clean-up ceremony. Humaniora: Journal of Indonesia Culture and Society, 15(2), 109–120. https://doi.org/10.21512/humaniora.v15i2.10773

Arafah, S., Atmaja, H. T., & Arsal, T. (2023). Inheritance cultural values of local wisdom Obong ritual to the young generation in Kendal Regency. Journal of Educational Social Studies, 12(2), 128–136. https://doi.org/10.15294/jess.v12i2.74273

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage.

Dora, N., Lingga, A. S., Audry, F., & Husna, F. (2024). Tradisi Markobar sebagai identitas dan kearifan lokal masyarakat Batak Mandailing. JURNAL TIPS, 2(2).

Erawadi, E., & Setiadi, F. M. (2024). Exploring religious harmony through Dalihan Na Tolu: Local wisdom in peacebuilding in Indonesia. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 12(3). https://doi.org/10.26811/peuradeun.v12i3.1398

Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. Basic Books.

Ghoffar, H., Ahman, A., & Ilfiandra, I. (2024). Integration of ethno-counseling in preserving local wisdom values in Batak Mandailing traditional wedding ceremonies. Bulletin of Counseling and Psychotherapy. https://doi.org/10.51214/002024061069000

Gultom, P. G., Damanik, R., Sinulingga, J., Sinaga, W., & Purba, A. R. (2024). Panaek bungkulan pada etnik Batak Angkola/Mandailing: Kajian kearifan lokal. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(3), 41437–41443.

Hajrah, H., Rosvita, I., & Fitriansal, F. (2025). The value of the Makassar kelong in literature as an expression of local wisdom. LITERA, 24(1), 30–41. https://doi.org/10.21831/ltr.v24i1.79558

Hapidzin, R. I., Masunah, J., Narawati, T., & Sunaryo, A. (2024). Symbolic meaning and Trisilas values in the Bakti Purnamasari traditional ceremony. Mudra Jurnal Seni Budaya, 39(2), 177–184. https://doi.org/10.31091/mudra.v39i2.2267

Harahap, A. S., Mulyono, H., Nuzul, A. N. A., Milhan, M., & Siregar, T. (2023). Dalihan Na Tolu as a model for resolving religious conflicts in North Sumatera: An anthropological and sociological perspective. Samarah, 7(3), 1943–1970. https://doi.org/10.22373/sjhk.v7i3.13091

Harahap, S., Harahap, S., & Rangkuti an-Nadwi, S. S. M. (2024). Revitalizing local wisdom in realizing religious moderation in Indonesia. Edudeena, 8(2), 101–115. https://doi.org/10.30762/ed.v8i2.4329

Khoiriyah, F., Miftahuddin, Sumargono, & Fahri, A. (2025). The values of local wisdom of the Ngumbai Lawok tradition as a source of history learning. Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah, 10(1), 105–118. https://doi.org/10.24042/tadris.v10i1.23794

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.

Lubis, F. K., Pane, S. M., & Lubis, M. (2024). Pergeseran tradisi lisan dalam upacara adat perkawinan Mandailing: Sebuah kajian budaya lokal. MIND Jurnal Ilmu Pendidikan dan Budaya, 5(1). https://doi.org/10.55266/jurnalmind.v5i1.528

Lubis, T., Dardanila, Nasution, T., Zulkarnain, S., Hasrul, S., Ramlan, & Abus, A. F. (2021). Tradition lubuk larangan as a local wisdom for ecocultural tourism river management through landscape anthropolinguistic approach in Mandailingnese. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 926, 012029. https://doi.org/10.1088/1755-1315/926/1/012029

Nasution, [Author details as published]. (2025). Representation of social values in the structure of the Markobar tradition language in Mandailing wedding customs. Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 20(1), 61–73. https://doi.org/10.14710/nusa.20.1.61-73

Parinduri, A., Yuningsih, A., Suri, N., & Pujiati. (2024). Markobar: Local wisdom of the oral tradition of the Mandailing people. Al-Afkar: Journal for Islamic Studies, 7(4), 542–557. https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v7i4.1138

Rambe, M., & Alfikri, M. (2022). The role of Dalian Na Tolu culture in Mandailing Batak wedding traditions. KABILAH: Journal of Social Community, 7(1), 330–337. https://doi.org/10.35127/kabillah.v7i1.161

Rohman, R., & Siregar, I. S. (2024). Tolerance character building through Marsialapari tradition: A case study of Huta Padang Village community, Mandailing Natal. SANGKéP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan, 7(3). https://doi.org/10.20414/sangkep.v7i3.11465

Rohman, R., Kurniawan, M. A., & Asrin, A. (2024). Building the religious character of the young generation through Dalian Na Tolu culture in Panyabungan Mandailing Natal. Jurnal Tarbiyatuna, 15(2), 126–138. https://doi.org/10.31603/tarbiyatuna.v15i2.12527

Rosidah, F. U., Putra, P. S., & Azisi, A. M. (2023). Values of kebhinekaan in local wisdom in the digital era: A study of the Sesaji ritual in Telaga Sarangan, Magetan, East Java. Komunitas, 15(2). https://doi.org/10.15294/komunitas.v15i2.45987

Sibarani, R. (2012). Kearifan lokal: Hakikat, peran, dan metode tradisi lisan. Asosiasi Tradisi Lisan.

Spradley, J. P. (2016). Participant observation. Waveland Press.

Surip, M., Dalimunthe, S. F., Sumarsono, Rohim, S., & Pulungan, H. K. (2024). Revitalization of the Mandailing regional language (North Sumatra, Indonesia): Focusing on metaphor mapping and concrete efforts for language preservation. KEMBARA, 10(2), 487–506. https://doi.org/10.22219/kembara.v10i2.35002

Taniady, V., N., E. S., Ruyadi, Y., S., M. A., & Suresman, E. (2025). Local wisdom of Nyangu in Sundanese society: Source of local cultural character education values. QALAMUNA, 17(1), 527–536. https://doi.org/10.37680/qalamuna.v17i1.5220

Zulkarnain, I., Amin, M., Ismail, R., Butsi, F. I., Asmara, S., & Sutatminingsih, R. (2021). Markobar: Local wisdom based-rhetorical model. Academic Journal of Interdisciplinary Studies, 10(2), 185. https://doi.org/10.36941/ajis-2021-0049

Zulkarnain, I., Asmara, S., & Sutatminingsih, R. (2023). Tutur: Language and traditional communication in the Mandailing community, Indonesia. Cogent Arts & Humanities, 10(1), 2211816. https://doi.org/10.1080/23311983.2023.2211816

Diterbitkan

2026-10-01

Cara Mengutip

Rahmat Huda, Harahap, D. S., & Angga Okto Pariansyah. (2026). Adat Sumendo dalam Pernikahan Masyarakat Muarasipongi: Makna, Struktur, dan Identitas Budaya. Jurnal Budaya Angkola-Mandailing, 2(2), 70–82. Diambil dari https://jurnal.alfa-pustaka.id/index.php/jamac/article/view/250

Terbitan

Bagian

Article